Rabu, 20 Juni 2012

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *

problema diri sendiri

saat kau merasa dirimu sendirian saat kau merasa dirimu kesepian saat kau merasa dirimu tak ada yang memperhatikan.

belajar dari sang ahli

Engkau yang sedang terluka oleh pengkhianatan, dengarlah ini …

Pembalasan tercantik untuk dia yang mengkhianati cintamu, adalah menjadi pribadi yang diinginkan oleh orang-orang yang lebih baik daripadanya.

Jangan turunkan kelas pribadimu karena kepalsuannya.

Jangan rusak daya tarikmu karena dustanya.

Jangan redupkan sinar keindahan wajahmu karena keburukan hatinya.

Minggu, 17 Juni 2012

pilihan

hidup adalah pilihan.

pilihan hidup akan menentukan jalan yang akan kita lalui kedepan. baik buruk masa depan tergantung pada pilihan yang kita ambil hari ini. OKI baik-baiklah dalam memilih sebuah pilihan

Selasa, 05 Juni 2012


rintangan

semua jalan yang menuju keberhasilan dan membahagiakan selamanya tak akan pernah mulus, semua pasti mendapatkan ujian dan rintangan yang akan menghambat kepada yang namanya keberhasilan, karena sesuatu yang kita dapatkan dengan usaha keras maka kita akan sangat menghargai hal itu sebagai sesuatu yang sangat berharga karena susah payah kita berjuang untuk mendapatkan hal itu. maka berbahagialah kalian yang selalu berusaha untuk meraih apa yang kalian inginkan, karena dengan begitu kamu akan sangat beruntung.

Rabu, 16 Mei 2012

problema tentang cinta

kata cinta dan shyank ta ckup untuk ungkap semua.. itulah ungkapan seorang yang tengah kasmaran dan di landa cinta..
ketika kita berfikir lebih dalam lagi dan kita gali lagi apakah maksud dari segala yang ada ini...
cinta, kasih shyank dan semua yang berkaitan denga rasan adalah sebuah anugrah dari illahi namun bagaimana kita memilah - milah agar kita tidakmenuhankan cinta, karena kita tau pada zaman ini manusia lebih besar cinta terhadap sesama di bandingkan terhadap Tuhan sang maha Penyayang.
apakah ini sebuah PR bagi manusia untuk menggali permasalahan ini...
bahkan akupun merasakan demikian... aku merasa rasa shyankku terhadap kekasihku lebih dari rasa cintaku terhadap Tuhan... bagaimana supya aku dapat mencintainy Krena Tuhan sang pencipta... agar rasaku terhadap dirinya akan utuh selamanya berkat Ridho dari-Nya...

saudaraku mari kita merenung sejenak dengan permasalahan ini... hal ini seolah sepele namun sangat berpengaruh bagi perkembangan kita dari berbagai aspek..

padahal.. Tuhan, Kematian, Akhirat, itu adalah hal yang nyata akan kita temui...

Tetesan Air Mata Hati

Mengapa ketika kita berbagi kepada sesama manusia, dan yang kita bagikan adalah Rizki dari Tuhan, kita harus menghitung - hitung ke untungan kblakang?, mengapa kita harus menghitung berapa kali lipat yang akan kita dapatkan dari yang kita lepaskan?,

Hati ini menangis melihat fenomena tersebut, sahabat mari kita berlatih memberikan sesuatu dengan hati yang ikhlas karena Tuhan, serta d sisipi rasa ingin berbagi dengan sesama, dan yaqinlah kita akan lebih bahagia dengan hidup bersama dan mengasihi sesama, bahkan tidak hnya sesama manusia namun sesama mahluk hidup lainya...


Sahabat berbagilah dengan orang- orang yang membutuhkan jangan krena ingin di lihat ataupun sjenisnya yang mengharap imbalan.. dan jangan mengharap klipatan yang kita berikan...

Pasti kita akan lebih bhgia bila Tuhan menyayangi kita dari pada kita di beri imbalan brupa harta, namun tak mendapatkan kasih sayang-Nya..

RENUNGAN

ku ingin menangis di hadapanMu,entah karena apa.....

ku ingin memasrahkan smua untukmu.. karena aku mrsa umurku telah engkau tlah tentukan,,,

slma ini aku tidak menyadari tentang semua ini...

kini aku takut mati dalam kgelapan tnpa sinarMu..

kini sadarku tlah membuka fkirku tuk memikirkan hal ini...

Bimbingan dariMu adalah harapanku..

agar aku merasaakan kebahagiaan hakiki..dan mengenal rahasia Alam semesta ini...

benar orang Tua mengatakan,"musuh Terbesar adalah Diriku Sendiri" aku tak berdaya tanpa kekuatanMu tuk melawan Diri ini...

Trimakasi engkau telah tunjukan jalan bagiku, semoga ku dapat melwati jalan itu,agar dapat sampai kepadaMu...

Minggu, 13 Mei 2012

bahagia dan sengsara

cinta sering membuat orang tergilagila maka kalian para pujangga cinta jangan pernah melupakan siapa diri kalian yang sebenarnya, jika kamlian merasa sakit hati maka ingatlah bahwa kamu jugaberhak bahagia walapin tidak bersama dengan orang yang saat itu kamu cintai karena sesungguhnya tuhan mempunyai rencana yang besar agar kamu dapat merasakan kebahagiyaan yang hakiki.........

Kamis, 03 Mei 2012

hakekat sebuah cinta

cinta itu.....????????????

seperti angin,
tak tau kapan dan mengapa ia datang
mengapa ia pergi
seperti angin yang tak dapat di lihat tapi bisa di rasa kehadirannya
seperti angin yang bisa membawa bahagia
tapi, jika berlebihan akan membawa bencana
seperti angin yang tak akan kembali pada tempat yang sama
seperti angin yang tak dapat di musnahkan tak dapat pula di ciptakan serta tak dapat pula di kendalikan....

Sabtu, 28 April 2012

arti cinta

untuk kalian yang sedang bingung dengan cinta dengarkan ini.
apa kalian pernah membayangkan seperti apa cinta kalian pada seseorang yang menurut kalian sangat berarti untuk kalian, jika kamu bisa melihatnya bahagia dengan orang lain dan kamu turut bayagiya untuknya maka di saat itu kau tlah berhasil mencintainya dengan tulus.

sejuta cerita tentang cinta

adakah sebuah cerita cinta yang dramatis menurut anda?
cinta kadang membuat seseorang sangat bahagia, tapi sesungguhnya kawan itu adalah cara gembira menuju kehancuran bagi diri kalian sendiri kawan, jika kamu tidak bisa mengendalikan rasa itu.

Senin, 23 April 2012

sejuta cerita tentang cinta

bicara tentang cerita cinta tak akan pernah ada habisnya, karena cinta adalah anugrah dari tuhan yang harus kita sukuri. segala masalah, rintangan dan kebahagyaan tercampur di dalamnya sebagai bumbu pemanis menuju ahir yang bahagia